Koneksi Internet dengan Text Mode via Bluetooth

Juni 5th, 2011 by Aji Pangestu 2 comments »

“ keterbatasan bukanlah suatu kendala yang dimana, mungkin kita tidak bisa menikmatinya..

tapi kendala akan menjadi suatu motivasi besar untuk mencari jalan keluar agar kita bisa menikmatinya “

langsung ke TKP..

3G/HSDPA/HSUPA .. tidak sampai menjangkau area tempat tinggal q. maklum posisi rumah yang begitu berliku dan di daerah desa.. he.he :-D.. maksimalnya hanya mendapat GPRS/EDGE..

karena sekarang internet dapat di nikmati melalui beragam media elektronik atau media komunikasi.

kemudian Terfikir pada koneksi internet dari hp kecil, mungil + lama saya.. dari hp kita bisa mengakses internet. Bisa browsing, chating, download, dan yang g lupa facebookan.. he.he..

sudah jangan lama-lama curhatnya.. langsung saja ke intinya.. let’s gooo ..! 😀

» Read more: Koneksi Internet dengan Text Mode via Bluetooth

Pemulihan Block Device yang Tertimpa, Menggunakan TestDisk

Juni 4th, 2011 by Hendri Winarto 3 comments »

Tadi malam ada siswa saya yang panik di FB gara-gara datanya ilang semua sehabis cp di command line Ubuntu. Kok bisa ? Kasusnya sepele, meski tidak seharusnya sampai terjadi. Dia lupa me-mount partisinya terlebih dahulu, jadi yang seharusnya copy file dilakukan ke mount point, malah ditujukan ke block device. Jadi, alih-alih melakukan copy sebagai berikut (saya asumsikan ini dijalankan sebagai root, atau melalui sudo) :


cp /etc/grub.d/05_debian_theme /media/documents

dia malah menggunakan ini :


cp /etc/grub.d/05_debian_theme /dev/sda5

Apa yang terjadi berikutnya adalah, partisi yang direpresentasikan sebagai block device /dev/sda5 kini tertimpa dengan file 05_debian_theme, atau setidaknya rusak strukturnya. Tidak jelas apa yang sebenarnya terjadi, karena bahkan tidak ada peringatan semacam “are you sure” dari sistem operasi. Hasilnya adalah, saat partisi tersebut akan di-mount, malah muncul peringatan error “NTFS signature is missing…” dst. Saat reboot ke OS Windows (dalam kasus ini laptop menggunakan mekanisme dual-boot Windows dan Ubuntu), Windows pun tidak bisa mendeteksi partisi tersebut dengan benar, bahkan menginstruksikan untuk memformat. Kalau sudah seperti ini, dan kebetulan itu partisi yang paling penting, semua kerjaan ada di sana, bisa nangis tu anak orang. 😀

» Read more: Pemulihan Block Device yang Tertimpa, Menggunakan TestDisk

Garuda, Linux kebanggaan Indonesia

Mei 31st, 2011 by Jehabe 9 comments »

Satu lagi distro Linux asli buatan anak negeri, Garuda [Garuda OS] itulah namanya seperti penjelasan dari situs resminya.
Di rilis tanggal 20 Mei 2011 bertepatan dengan Hari kebangkitan Nasional Indonesia, untuk membangkitkan nasionalisme dan kemandirian Indonesia.
Detil tentang Garuda OS yang saya ambil dari garudaone.com :

GARUDA OS

Versi : GARUDA 1.1.5
Tanggal Rilis : 20-5-2011
Pengguna : Pemula s/d Mahir
Ukuran : 3.6 GB

TENTANG GARUDA :
GARUDA adalah sistem operasi (OS) legal berbasis sistem terbuka (Open Source) kreasi dari pengembang lokal. GARUDA menggunakan desktop modern yang menawan dan sangat mudah dipergunakan, bahkan oleh para pengguna yang sudah terbiasa dengan Windows.

GARUDA mendukung penggunaan dokumen format SNI (Standar Nasional Indonesia). GARUDA  juga sangat aman dari gangguan virus komputer, stabilitasnya tinggi, disertai dukungan bahasa Indonesia dan dilengkapi dengan banyak program dari berbagai macam kategori.

GARUDA bisa diperoleh secara bebas tanpa harus mengeluarkan biaya untuk pembelian lisensi, namun tetap mengutamakan kualitas.

VIDEO GARUDA :
Video klip Desktop Garuda, Mode Netbook Garuda, Menu Program Aplikasi serta Program Perkantoran Garuda bisa dilihat disini.

FITUR GARUDA :

  • Inti (kernel) sistem operasi : 2.6.38.7
  • Desktop : KDE 4.6.3
  • Dukungan driver VGA (Nvidia, ATI, Intel, dll)
  • Dukungan Wireless untuk berbagai perangkat jaringan
  • Dukungan perangkat printer lokal ataupun jaringan
  • Dukungan banyak format populer multimedia (flv, mp4, avi, mov, mpg, mp3, wma, wav, ogg, dll …)
  • Dukungan bahasa Indonesia dan bahasa Inggris serta lebih dari 60 bahasa dunia lainnya (Jepang, Arab, Korea, India, Cina, dll…)
  • Dukungan untuk instalasi berbagai macam program aplikasi dan game (online) berbasis Windows
  • Dukungan untuk berbagai macam dokumen dari program populer berbasis Windows (seperti Photoshop, CorelDraw, MS Office, AutoCAD, dll)
  • NEW : Dukungan Font Aksara Indonesia (video).
  • NEW : Dukungan ratusan Font Google Web (video).

» Read more: Garuda, Linux kebanggaan Indonesia

Mirror debian di ictpacitan.net sudah aktif

Mei 20th, 2011 by Jehabe 2 comments »

Per hari ini, Jum’at 20 Mei 2011 bertepatan dengan Hari Kebangkitan Nasioanal (tp ga ada kaitannya lho)… telah aktif mirror ictpacitan net. Untuk dapat menggunakan, cobalah langkah-langkah di bawah ini:

1. Sunting  /etc/apt/source.list

2. Tambahkan entri berikut : deb http://ictpacitan.net/debian/ squeeze main non-free, seperti gambar:

3. Lakukan update

4. Silakan ekplorasi dengan intalasi paket, rasakan kecepatannya….! Buat kopi pun tak sempat… 🙂

Terima kasih kepada Admin ICT Pacitan.

Kelebihan memakai OS Debian

Mei 20th, 2011 by Aji Pangestu 3 comments »

Sudah tidak di ragukan lagi untuk menggunakan OS Debian bagi para pengguna Linux. Meski saya baru menggunakanya belum teralalu lama. sudah banyak yang dapat saya rasakan kumudahanya dan keasyikannya menggunakan OS Debian ini. ya meski setiap pengguna linux mempunyai distro kesayangannya masing-masing, tapi tidak ada salahnya untuk mencoba distro yang satu ini. ada banyak kelebihan yang di milikinya.

Sesaat browsing di internet dan menemukan beberapa keunggulan dan penjelasanya dari OS debian ini. setelah di buktikan .. teryata ada benarnya juga untuk kemudahan dan berbagai keunggulan yang terdapat dalam OS tersebut. yaitu diantaranya ..

1. Kemudahan dalam pengaturan admin

Admin yang dimaksudkan adalah “System Administrator” (SysAdmin), yaitu orang yang bertanggung jawab akan kestabilan dan keamanan komputer server.Sering kali seorang SysAdmin perlu melakukan “Remote Administration”,yang mana sangat boros “resources” jika harus dilakukan pada lingkunganGUI (X-Windows), maka pilihan terbaik adalah dilakukan pada lingkungan Console (Shell). Hampir semua O/S “UNIX-Like” (sistem operasiberbasiskan UNIX) seperti Linux, BSD, Minix, masih melestarikan kekuatan console ini. Tentu saja pada Debian juga tetap mempertahankan kekuatan dari lingkungan console.

2. Kemudahan dalam pengaturan user

Pada awalnya O/S Linux dikenal sebagai O/S Server,bukan O/S Desktop. Seiring dengan perkembangan pengguna Linux, maka semakin banyak O/S Linux yang lebih meningkatkan “Kenyamanan User” tanpa harus mengorbankan kinerja,kestabilan dan keamanannya. Sebagai contoh O/S Mandrake Linux (berbasis Redhat), atau O/S Xandros Linux (berbasis Debian),dll. Tentu saja pada O/S Debian Linux juga mengalami evolusi yang sama.

3. Kemudahan dalam sisi hardware

4. Architecture Independent
Pada umumnya sistem operasi jalan pada 1 arsitektur processor saja.Sebagai contoh O/S Mac-OS berjalan pada processor motorola (Mac PC) saja, sedangkan O/S Redhat yang pada awalnya mendukung beberapa jenis processor, sekarang O/S Redhat mendukung processor Intel saja. Debian sejak awal dapat berjalan pada beberapa processor, sampai release terbaru Debian dapat berjalan pada 11 arsitektur processor, yaitu Inteli386/i486/i586, Alpha, ARM, Intel IA-64, Motorola 68k, MIPS, PA-RISC, PowerPC, Sparc (dan UltraSparc), IBM S/390 dan Hitachi SuperH.

5. Kernel Independent
Kernel adalah “nyawa” dari sebuah sistem operasi, karena didalamnya berisi“library” yang akan menerjemahkan instruksi dari software aplikasi agar dapat dimengerti oleh hardware. Pada umumnya O/S hanya dapat mendukung satu jenis kernel saja, misalnya O/S Redhat Linux mendukung kernelLinux, sedangkan pada O/S Free BSD mendukung kernel BSD. Anehnya Debian mendukung beberapa jenis kernel. Pada saat Debian berjalan diatas kernel linux, kita menyebutnya O/S Debian GNU/Linux. Selain itu Debian dapat juga berjalan diatas kernel Hurd atau BSD, maka kita menyebutnyaO/S Debian saja. Jadi Debian sejak awal sudah bersiap diri jika suatu saat kernel linux tidak “free” lagi, maka Debian dapat menggunakan kernel lain yang masih “free”.

6. Free Software

Seringkali orang menyalah artikan istilah “free” dengan gratis. Padahal arti sebenarnya lebih kearah “kebebasan” untuk melakukan modifikasi secara keseluruhan sebuah O/S, karena kita memiliki akses sepenuhnya terhadap“source code” O/S tersebut. Pada sistem operasi komersial para penggunanya tidak diijinkan untuk mengakses kedalam “source code” nya,dan hanya diijinkan untuk merubah konfigurasinya saja. Artinya kita akan sepenuhnya mengantungkan hidup kita pada dukungan dari vendor tersebut jika terjadi kesalahan (bug) pada sistem operasi kita. Itulah alasan mengapa NASA memilih Debian sebagai sistem operasi mereka. PadaO/S Redhat tidak semua applikasinya disertai “source code”, sebab didalamnya terdapat juga aplikasi “Shareware” dan “Freeware”. Lain halnya dengan O/S Debian yang akan mengeluarkan software aplikasi dariCD Releasenya, jika tidak bersedia memberikan “souce code”nya. Inipernah terjadi pada KDE yang merupakan produk software komersial,sehingga beberapa release Debian tidak menyertakan KDE didalamnya, dan menggantinya dengan software “OpenSource” yakni GNOME. Namun karena akhirnya KDE bersedia memberikan “source code” nya, maka hingga kini Debian memasukkan KDE kedalam CD releasenya. Jadi Debian satu-satunyaO/S yang 100% free (free, legal dan OpenSource).

7. Free Security Update

Hampir semua O/S menyediakan “patching” pada situsnya untuk menutup celah keamanan (security hole) pada sistem operasinya. Namun mereka tidak menyediakan “patching” pada software applikasi yang di-install diatas sistem operasi tersebut (ini diserahkan kepada vendor software aplikasinya). Pada situs resmi Debian memberikan “patching” pada sistem operasinya & juga semua applikasi yang di-install diatas Debian (dengan syarat proses instalasi harus sesuai prosedur instalasi secara debian). Salah satu keunggulan Debian dibandingan Linux lainnya adalah ketatnya “audit security” di tiap“package” aplikasinya. Seringkali sebuah “package” aplikasi harus antri selama berbulan-bulan (bahkan sampai 3 tahun) baru bisa masuk ke CD Release Debian, karena dianggap masih memiliki celah keamanan pada“package” aplikasinya. Apakah akan berhenti proses “audit security”ketika sebuah package sudah masuk ke CD Release Debian, tentu tidak! Setiap kali ditemukan celah keamanan pada suatu “package” aplikasi padaCD Release Debian, maka akan diumumkan pada situs resmi debian, dan biasanya akan bermunculan berbagai solusi dari komunitas pengguna Debian. Maka solusi terbaik akan dipilih dan dimasukkan pada situsresmi diatas. Jadi siapa saja pengguna Debian diseluruh dunia yang“online” di internet, dan melakukan “update security” (dengan 2 perintah ajaib debian, yakni “apt-update” dan “apt-upgrade”), maka sistem operasi dan seluruh aplikasi yang terinstall diatasnya akansecara otomatis di “patching”.Jadi semakin kita rajin melakukan updatesecurity, maka O/S kita semakin aman. Dan hebatnya lagi semua itu diperoleh dengan gratis !.

 

kutipan dari infolinux.web.id.

MD5SUMS Itu Apa Sih ?

April 30th, 2011 by Hendri Winarto 3 comments »

Bagi banyak pemula di per-Linux-an, termasuk saya, kemungkinan besar pernah mbatin, “File MD5SUMS ini buat apa ya ? Mana isinya cuma teks dengan kode yang ga jelas…”. File MD5SUMS ini biasanya ditemukan di repository yang menyediakan file ISO, tidak terkecuali yang menyediakan file ISO installer Sistem Operasi Linux. Semisal ada sebuah file MD5SUMS dengan konten sebagai berikut :


e8c522fc69d3bf2fda99b63b8f7c12f3 *ubuntu-11.04-dvd-i386.iso
b1a479c6593a90029414d201cb83a9cc *ubuntu-11.04-server-i386.iso
8b1085bed498b82ef1485ef19074c281 *ubuntu-11.04-desktop-i386.iso

» Read more: MD5SUMS Itu Apa Sih ?

Debian 6.0.0 Squeeze

April 13th, 2011 by Jehabe 1 comment »

Walaupun sudah agak ketinggalan…tapi ga ada salahnya deh… buat pengingat.

Bagi anda pengguna Debian, saat ini telah dirilis versi terbaru dari Debian GNU/Linux, yaitu Debian 6.0.0 dengan nama kode “SQUEEZE” per tanggal 6 Pebruari 2011. Dan saat ini telah release Debian 6.0.1 per tanggal 19 Maret 2011.
Mulai sekarang gunakan Linux, Mulai saat ini gunakan Debian!. Semua aplikasi dan game luengkap. Bebas repot…bebas virus!

Bagi anda yang ingin DVD Installernya silakan menghubungi saya…via e-mail ya, karena sudah jarang FB-an. http://amplify.com/u/byw50

Konfigurasi DHCP Server di Debian Squeeze

Januari 21st, 2011 by Jehabe No comments »

Setelah berhasil install Debian 5.0.7 di laptop, pertama-tama sebagai latihan administrasi server, saya coba mengonfigurasi DHCP Server.

Ternyata setelah ugrade yang terakhir, paket untuk DHCP Server sudah menggunakan paket yang baru yang dirilis oleh ISC.

Setelah upgrade, Debian version menjadi:

debian:/home/jehabe# cat /etc/debian_version
6.0

Kemudian cari paket DHCP Server:

debian:/home/jehabe# apt-cache search dhcp | grep isc-dhcp
isc-dhcp-client-dbg – ISC DHCP client (debugging symbols)
isc-dhcp-client – ISC DHCP client
isc-dhcp-common – common files used by all the isc-dhcp* packages
isc-dhcp-dev – API for accessing and modifying the DHCP server and client state
isc-dhcp-relay-dbg – DHCP relay daemon (debugging symbols)
isc-dhcp-relay – ISC DHCP relay daemon
isc-dhcp-server-dbg – ISC DHCP server for automatic IP address assignment (debug)
isc-dhcp-server-ldap – DHCP server able to use LDAP as backend
isc-dhcp-server – ISC DHCP server for automatic IP address assignment

Kemudian, install paket DHCP Server:

debian:/home/jehabe# apt-get install isc-dhcp-server

Selanjutnya, konfigurasi filenya: /etc/dhcp/dhcp.conf:

debian:/home/jehabe# nano /etc/dhcp/dhcpd.conf

Tambahkan pada file tersebut:

subnet 172.20.1.0 netmask 255.255.255.0 {
range 172.20.1.1 172.20.1.10;
default-lease-time 600;
max-lease-time 7200;
}

Terakhir restart servicenya:

debian:/home/jehabe# /etc/init.d/isc-dhcp-server restart

Setelah itu, coba  di komputer klien yang menggunakan Windows dengan konfigurasi otomatis.

Untuk klien Linux:

debian:/home/jehabe# dhclient

Tentu saja konfigurasi di atas hanya konfigurasi DHCP Server yang sederhana… 🙂

Tes: Tulis sekali… untuk banyak blog dan social networks

Januari 19th, 2011 by Jehabe No comments »

Tulisan ini dibuat di http://amplify.com, sebuah situs yang memberi layanan interkoneksi dengan blog dan social network secara otomatis.
Terima kasih kepada http://fat72009.blogspot.com atas bantuannya.
Tinggal meluangkan waktu untuk menulis diantara tugas yang ada, berarti jam tidur mulai dikurangi….mudah-mudahan bisa.

Amplify’d from amplify.com
  1. What is Amplify?
    • Amplify streamlines your sharing needs into one simple to use service.  In addition to using Amplify to share news, information, ideas and photos from any computer or mobile device to your favorite social networks and blogs, Amplify gives you a searchable, customizable Amplog of everything you share.
  1. What social networks and blogs can I autopost to using Amplify?
    • You can setup Amplify to autopost to Twitter, Facebook, Flickr, Google Buzz, Tumblr, Posterous, WordPress, Blogger, diigo, delicious, Friendfeed, Plurk and Ping.fm.  After enabling any of these services, you can easily choose which ones to post to for each new item you share on Amplify.  To set up any of these services, visit Settings >>  Sharing Options.

Read more at amplify.com

CD Burning di Debian/Ubuntu via Command Line

November 26th, 2010 by Hendri Winarto 1 comment »
IBM x3250 ICT Center Pacitan

IBM x3250 ICT Center Pacitan

Tadi malam ada anggota baru di keluarga server ICT Center Pacitan, sebuah server IBM x3250-M3 C2A. Karena saya tidak ingin ada waktu menganggur bagi server ini, maka segera saya siapkan CD installer sistem operasi untuk memberi hardware mahal milik negara ini “nyawanya”. Untuk beberapa saat saya sempat bimbang dengan pilihan OS yang akan digunakan, karena selama ini webserver yang telah mengabdi sejak tahun 2006 berjalan stabil di Debian 4.0 (Etch), hingga diupgrade ke versi 5.0 (Lenny). Tapi hati ini juga kecewa dengan paket-paket binary resmi yang seringkali terlalu outdated di Debian, padahal di Ubuntu sudah jauh lebih baru.

Dengan memutuskan untuk mengesampingkan sejenak ikatan emosional dengan Debian, akhirnya saya putuskan untuk memilih Ubuntu 10.04.1 LTS sebagai distro of choice bagi IBM System x3250 di ICT Center Pacitan. Nah, untuk mempersiapkan CD installer, tentunya harus burn dulu dari file ISO, yang pada saat saya butuhkan ternyata masih berada di webserver lama, dan untuk mengkopinya via LAN kecepatannya kurang rasional. Solusi yang terpikir oleh saya adalah, memasang Portable USB DVDRW Drive ke server, lalu burn langsung via command line dari puTTY.

» Read more: CD Burning di Debian/Ubuntu via Command Line