Archive for the ‘Pemula’ category

Perintah Dasar Jaringan Di LInux

Juli 13th, 2011

Zzzz.Z….zzz…

Datang lagi setelah lama hampir satu minggu saya tidak absen lagi untuk berbagi pengetahuan… seperti biasa dengan keterbatasan koneksi yang tak begitu stabil bisa di bilang lemot.. karena koneksinya hanya dengan GPRS.   😀 .

Tapi tak apalah pokoknya tetep cari jalan untuk bisa berbagi.. langsung saja saya akan berbagi ilmu /Tips /Trik dari pengalaman saya selama ini ketika belajar dan kotak-katik mengenai Perintah – perintah dasar di Linux yang berkaitan dengan Jaringan komputer berbasis Linux.

baik silahkan di simak dan segera dipraktekan…. 😀

1. ifconfig : Perintah ini sering digunakan untuk administrasi Jaringan Komputer berbasis Linux..  perintah ini dapat digunkan hampir di semua OS linux. Perintah ini berguna untuk melihat IP ataupun interface yang kita miliki. untuk lebih detailnya kita bisa guakan perintah

  #ifconfig -a 

2. Ping : Perintah ini berguna untuk mengecek ketersambungan komputer kita terhadap Komputer lain dalam jaringan..

contoh :

 #ping 192.168.1.10  

.

jika mendapat pesan replay maka komputer kita berhasil terhubung pada komputer yang memiliki IP 192.168.1.10. dan jika mendapati pesan RTO Riquest Time Out berarti komputer kita belum berhasil terhubung.

3. cat / vim / vi /pico / nano :   Subuah program text editing yang bekerja debagai mode text. untuk mengatur atau mengedit suatu file konfigurasi kita dapat menggunakan salah satu perintah tersebut.

4. nslookup : untuk mengetahui name server.

5. hostname : untuk menampilkan nama host kita.

6. man : untuk menampilkan manual page suatu perintah.

 

cukup itu aja dulu ya… belajar itu tidak harus langsung banyak tapi belajar yang baik itu sedikit demi sedikit dan terus istiqomah.. kata orang jawa kudu AJEG.. hehe. 😀

Manajemen paket menggunakan apt-get di Debian

Juni 10th, 2011

Manajemen paket di Debian, dapat menggunakan tools apt-get

Apa itu APT?
APT (Advanced Packaging Tool) adalah sebuah tool inti yang ada di Debian, yang memungkinkan untuk:

  • Menginstal aplikasi
  • Menghapus aplikasi (Uninstall)
  • Menjaga agar aplikasi tetap up to date.
  • dan masih banyak lagi…

apt-get dan apt-cache adalah tool manajemen paket yang paling dasar, dan untuk dapat menggunakan tool ini anda harus mempunyai akses sebagai root.
Untuk dapat menginstal aplikasi/paket, maka kita harus menentukan sumber paket yang akan digunakan, bisa dari DVD installer atau dari mirror debian.

» Read more: Manajemen paket menggunakan apt-get di Debian

MD5SUMS Itu Apa Sih ?

April 30th, 2011

Bagi banyak pemula di per-Linux-an, termasuk saya, kemungkinan besar pernah mbatin, “File MD5SUMS ini buat apa ya ? Mana isinya cuma teks dengan kode yang ga jelas…”. File MD5SUMS ini biasanya ditemukan di repository yang menyediakan file ISO, tidak terkecuali yang menyediakan file ISO installer Sistem Operasi Linux. Semisal ada sebuah file MD5SUMS dengan konten sebagai berikut :


e8c522fc69d3bf2fda99b63b8f7c12f3 *ubuntu-11.04-dvd-i386.iso
b1a479c6593a90029414d201cb83a9cc *ubuntu-11.04-server-i386.iso
8b1085bed498b82ef1485ef19074c281 *ubuntu-11.04-desktop-i386.iso

» Read more: MD5SUMS Itu Apa Sih ?

Konfigurasi DHCP Server di Debian Squeeze

Januari 21st, 2011

Setelah berhasil install Debian 5.0.7 di laptop, pertama-tama sebagai latihan administrasi server, saya coba mengonfigurasi DHCP Server.

Ternyata setelah ugrade yang terakhir, paket untuk DHCP Server sudah menggunakan paket yang baru yang dirilis oleh ISC.

Setelah upgrade, Debian version menjadi:

debian:/home/jehabe# cat /etc/debian_version
6.0

Kemudian cari paket DHCP Server:

debian:/home/jehabe# apt-cache search dhcp | grep isc-dhcp
isc-dhcp-client-dbg – ISC DHCP client (debugging symbols)
isc-dhcp-client – ISC DHCP client
isc-dhcp-common – common files used by all the isc-dhcp* packages
isc-dhcp-dev – API for accessing and modifying the DHCP server and client state
isc-dhcp-relay-dbg – DHCP relay daemon (debugging symbols)
isc-dhcp-relay – ISC DHCP relay daemon
isc-dhcp-server-dbg – ISC DHCP server for automatic IP address assignment (debug)
isc-dhcp-server-ldap – DHCP server able to use LDAP as backend
isc-dhcp-server – ISC DHCP server for automatic IP address assignment

Kemudian, install paket DHCP Server:

debian:/home/jehabe# apt-get install isc-dhcp-server

Selanjutnya, konfigurasi filenya: /etc/dhcp/dhcp.conf:

debian:/home/jehabe# nano /etc/dhcp/dhcpd.conf

Tambahkan pada file tersebut:

subnet 172.20.1.0 netmask 255.255.255.0 {
range 172.20.1.1 172.20.1.10;
default-lease-time 600;
max-lease-time 7200;
}

Terakhir restart servicenya:

debian:/home/jehabe# /etc/init.d/isc-dhcp-server restart

Setelah itu, coba  di komputer klien yang menggunakan Windows dengan konfigurasi otomatis.

Untuk klien Linux:

debian:/home/jehabe# dhclient

Tentu saja konfigurasi di atas hanya konfigurasi DHCP Server yang sederhana… 🙂