Menyiapkan Lingkungan Pemrograman Grafik OpenGL di Ubuntu Linux

Agustus 10th, 2017 by Hendri Winarto No comments »

Pada struktur kurikulum Rekayasa Perangkat Lunak (RPL) SMK Tahun 2013, terdapat mata pelajaran Pemrograman Grafik, yang di dalamnya berisi materi utamanya pemrograman grafika komputer menggunakan library grafis OpenGL. Di sistem operasi Windows, persiapan dapat dilakukan dengan mengkopi beberapa library dan includes ke MS Visual C/C++, lalu pemrograman dapat dilakukan menggunakan IDE MS Visual C/C++ ataupun dari Qt Creator dan IDE lainnya. » Read more: Menyiapkan Lingkungan Pemrograman Grafik OpenGL di Ubuntu Linux

memperbaiki resolusi layar refresh rate di ubuntu 13.04

Oktober 17th, 2013 by Aji Pangestu No comments »

kembali lagi setelah bertapa lama tidak menulis di website KPLI Pacitan. sedikit berbagi pengalaman tentang masalah resolusi layar di linux kususnya ubuntu yang saya pakai. :D.

masalah ini  terjadi karena ketika menggunakan layar laptop yang biasa berukuran 14′ keadaan tampilan masih enak buat di pandang degan resolusi sekitar 1024×768.

mulai berasa kurang enaknya ketika berganti menggunakan layar yang lebih besar. contohnya Dual layar sama LED 23′. biar lebih greget sama pandangan dan view kotak katiknya lebih luas.

ketika memakai layar yang berukuran lebih dari 14′ menggunakan resolusi 1024×768 sepertinya bukan hal yang cocok. karena terlihat ikon dan space ruang terbuang sia2 dengan bentuk ikon yang besar. 😀

dan akhirnya ketemu solusinya. langsung saja.

pertama cek suport resolusi buat LED/LCD dkk yang suport. cek dengan perintah

$xrandr 

dari perintah itu akan di tampilkan resolusi yang suport buat LCD/LED yang di pakai. tinggal pilih dah mau yang mana. 😀

hasil xrandr

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

dari contoh gambar di atas saya memilih untuk memakai resolusi yang paling besar yaitu 1920×1080. maka gunakan perintah

 $xrandr --output HDMI1 --mode 1920x1080 --rate 30 

–output digunakan untuk menentukan output mana yang akan kita setting resolusinya. sebagai contoh saya menggunakan HDMI.

–rate sebagai ukuran refresh rate yang akan kita pakai, standar ketika kita menyetting resolusi layar di ubuntu menggunakan DISPLAY di menu System Setting adalah 60.

kendalanya jika refresh rate 60 tersebut tidak di dukung oleh LCD/Monitor. maka tidak akan kuat buat menampilkan Ubuntu kita. 😀 (blank screen)

jadi bisa di ubah menyesuaikan, sabagai contoh saya menggunakan refresh rate 30.

Finish. maka akan melihat tampilan yang lebih enak di pandang dan digunakan ketika menggunakan resolusi 1920×1080 untuk LED yang berukuran 23′.

semoga bermanfaat. dan mohon koreksinya.. 😀

 

 

 

 

 

 

 

Memilih mirror tercepat pada Debian

Oktober 1st, 2013 by Zakky Muhammad No comments »

Untuk dapat memilih mirror Debian yang tercepat dapat menggunakan langkah sebagai berikut:

1. Install netselect-apt

#apt-get install netselect-apt

2. Jalankan, misal disini menggunakan repo untuk Debian Wheezy, kemudian tunggu sampai selesai

#netselect-apt  wheezy

3. Proses di atas akan menghasilkan file sources.list. Lalu salin file sources.list ke dalam direktori /etc/apt/sources.list

#cp sources.list  /etc/apt/sources.list

4. Sekarang kita bisa update

#apt-get update

5. Dan Anda sudah dapat menginstall paket dengan mirror tercepat yang dapat Anda akses.

Cara Setting Modem SmartFren CE682 Di Linux Debian Squeeze

September 24th, 2013 by Edi Prayitno 2 comments »

setting modem di windows memang mudah tinggal kita colokkan modem ke laptop atau pc sobat maka akan muncul plug and play
tetapi berberda dengan setting moddem di linux kita harus menyetingnya secara manual dengan terminal

sebelum sobat menyeting modemnya ada beberapa paket tambahan yaitu

libuniconf4.6_4.6.1-1_i386.deb
libwvstreams4.6-base_4.6.1-1_i386.deb
libwvstreams4.6-extras_4.6.1-1_i386.deb
libxplc0.3.13_0.3.13-1build1_i386.deb
wvdial_1.61-2_i386.deb

atau sobat download semua filenya di sini
Setelah selesai download file di atas selanjutnya extrack file tersebut

#unzip wvdial-paket.zip

Selanjutnya masuk kedirektory hasil file yang di extrack tadi

#cd wvdial-paket

selanjutnya install semua paket tersebut

#dpkg -i *.deb

Setelah semua paket tersebut terinstall selnjutnya kita setting modemnya

Cara setting modem smart freen CE682
1. Colokkan modem smart freen sobat
2. Buka terminal lalu login sebagai root

su
password:masukkan password

3.Jalankan perintah lsusb (untuk melihat daftar list usb sobat)

#lsusb

maka akan muncul tampilan list usb seperti di bwah ini

Bus 002 Device 004: ID 201e:1023
Bus 002 Device 003: ID 0489:e02c Foxconn / Hon Hai
Bus 002 Device 002: ID 8087:0024 Intel Corp. Integrated Rate Matching Hub
Bus 002 Device 001: ID 1d6b:0002 Linux Foundation 2.0 root hub
Bus 001 Device 003: ID 064e:d214 Suyin Corp.
Bus 001 Device 002: ID 8087:0024 Intel Corp. Integrated Rate Matching Hub
Bus 001 Device 001: ID 1d6b:0002 Linux Foundation 2.0 root hub

Nah pada tulisan yang ada garisnya tersebut adalah vendor unutk smartfreen CE682 yang akan kita setting.
Disitu terdeteksi sebagai CD-ROOM,bukan sebagai modem, yaitu Bus 005 Device 003: ID 201e:1023. Agar terdeteksi sebagai modem kita harus melakukan eject pada list usb vendor tersebut.
5. eject usb tersebut

#eject /dev/sr1

6. Kemudian cek lagi daftar list usbnya

#lsusb

maka akan muncul list usb sebagai berikut

Bus 002 Device 005: ID 201e:1022
Bus 002 Device 003: ID 0489:e02c Foxconn / Hon Hai
Bus 002 Device 002: ID 8087:0024 Intel Corp. Integrated Rate Matching Hub
Bus 002 Device 001: ID 1d6b:0002 Linux Foundation 2.0 root hub
Bus 001 Device 003: ID 064e:d214 Suyin Corp.
Bus 001 Device 002: ID 8087:0024 Intel Corp. Integrated Rate Matching Hub
Bus 001 Device 001: ID 1d6b:0002 Linux Foundation 2.0 root hub

Nah, Vendor usb modemnya sudah berubah, setelah di eject.
Bus 005 Device 026: ID 201e:1022
7. Setelah itu kita setting untuk menjadikan default vendornya, jalankan perintah :
modprobe usbserial vendor=0x201e product=0x1022
8. Lalu deteksi modem kita dengan wvdial yg udah kita install tadi.

# wvdialconf

Tunggu sampai selesai
8. Edit file /etc/wvdial.conf

#nano /etc/wvdial.conf

Kopi tulisan dibawah ini, lalu Replice ke dalam wvdial.conf yang kita edit tadi

[Dialer smart]
Init1 = ATZ
Init2 = ATQ0 V1 E1 S0=0 &C1 &D2 +FCLASS=0
Carier Check = no
Modem = /dev/ttyUSB0
Command Line = ATDT
Phone = #777
Idle Seconds = 0
Password = smart
Modem Type = Analog Modem
Stupid Mode = yes
Baud = 460800
New PPPD = yes
Ask Password = 0
ISDN = 0
Username = smart

9. Ini dia yang di tunggu2, menyambungkan medem keinternet. Setelah semua langkah diatas sudah berhasil, kita sambungkan modem smartfrennya ke internet dengan printah : wvdial smart

#wvdiat smart

Jika Hasilnya seperti ini maka setting modem smartfren sobat sudah berhasill..

–> WvDial: Internet dialer version 1.61
–> Cannot get information for serial port.
–> Initializing modem.
–> Sending: ATZ
ATZ
OK
–> Sending: ATQ0 V1 E1 S0=0 &C1 &D2 +FCLASS=0
ATQ0 V1 E1 S0=0 &C1 &D2 +FCLASS=0
OK
–> Modem initialized.
–> Sending: ATDT#777
–> Waiting for carrier.
ATDT#777
CONNECT 3100000
–> Carrier detected. Starting PPP immediately.
–> Starting pppd at Fri Dec 7 18:10:12 2012
–> Pid of pppd: 4352
–> Using interface ppp0
–> pppd: �� [08]H� [08]
–> pppd: �� [08]H� [08]
–> pppd: �� [08]H� [08]
–> pppd: �� [08]H� [08]
–> local IP address 10.224.29.50
–> pppd: �� [08]H� [08]
–> remote IP address 10.20.31.2
–> pppd: �� [08]H� [08]
–> primary DNS address 10.17.3.246
–> pppd: �� [08]H� [08]
–> secondary DNS address 10.17.125.231
–> pppd: �� [08]H� [08]
^CCaught signal 2: Attempting to exit gracefully…
–> Terminating on signal 15
–> pppd: �� [08]H� [08]
–> Connect time 9.0 minutes.
–> pppd: �� [08]H� [08]
–> pppd: �� [08]H� [08]

Ada sedikit tambahan nihh yaitu apablila sobat ingin membuat shortcut jalankan perintah dibawah ini
Edit file smart.sh

# gedit smart.sh

masukkan script di bawah ini

#!/bin/bash
eject /dev/sr0 atau sr1
sleep 2
modprobe usbserial vendor=0x201e product=0x1022
sleep 2
wvdial smart

save dan close
jangan lupa ubah hak akses direktornya

# chmod 777 smart.sh -R

untuk menjalankan buka terminal kemudian ketikkan perintah ./smart.sh
catatan :
jika sobat ingin menjalankan modem lewat shortcut tersebut ikutin langah2 di bawah ini

#lsusb
#eject /dev/sr1
#lsusb
#wvdialconf

baru sobat jalankan perintah ./smart.sh

SELAMAT MECOBA DAN SEMOGA BERHASIL

Sumber : Di sini

Fix mengenai initramfs error pada ubuntu

November 8th, 2011 by Aji Pangestu 1 comment »

Hmm.. kembali lagi untuk posting. ^^

Mau berbagi mengenai masalah yang saya dapat dengan my ubuntuku ini. asyik lagi mau ngenet with nya.. “ubuntu” :-D, tiba – tiba blank Screen. wah .. sepertinya akan ada pekerjaan baru yang harus bertanya pada simbah ni.. langsung saja kotak katik.. ambil modem pinjem laptop temen. googling dah..

zzZZ.Z.zz..z.z sambil menunggu lama loading ambil dulu mangga trus makan. zap. dapat langsung praktekin pertama gagal 1,2,3,4 gagal. ahhhhhhh,,, cari tempat lain dan alhamdulillah berhasil dari berbagai sumber.

salah satunya dari forum ubuntu. 🙂

oxe, langsung saja ke pemecahan masalah.

 

masalahnya adalah saya tidak bisa masuk ke mode GUI dan textpun tidak bisa hanya beberapa tulisan yang intinya ” system can’t find initramfs ”

oxe ikuti aja langkah – langkah di bawah ini :

1. booting dari LiveCD ubuntu / linux lain yang dalam satu hdd

2. masuk sebagai root dan gunakan perintah ini

#e2fsck -f -y -v /dev/sdaX

X = adalah partisi ubuntu yang initramfsnya error

tunggu prosesnya berjalan.

setelah proses selesai lakukan logout dan reboot.

3. pada grub pilih ubuntu yang initramfsnya error, sampai sini login sudah bisa menggunakan mode text.

4. login sebagai user kamu dan pindahkan sebagai root (superuser)

#sudo su (berpindah dari user menjadi superuser)

5. masuk ke direktory “/etc/default/”

6. gunakan konfigurasi grub mode lama dengan tanda dalam filnya “_old”

#mv grub grub_baru   (mengubah nama grub baru menjadi nama lain )

#mv grub_old grub (menganti grub yang baru tadi ke konfigurasi grub lama”

7. kemudian update grubnya

#update-grub

8. terakhir restart dan silahkan di nikmati lagi ubuntunya.. 🙂

begitulah langkah – langkahnya hingga saya bisa posting ini melalui ubuntu saya lagi . 🙂

hal tersebut dapat berakibat fatal jika kita tidak tau caranya. sebab hal terakhir yang akan di lakukan kalo tidak tau caranya adalah memformat partisi tersebut. sayangkan jika partisi itu berupa file / data2 penting kita,, ? 😀 

  so semoga bermanfaat ^^

silahkan titipkan komentar di bawah.. .

Perintah Dasar Jaringan Di LInux

Juli 13th, 2011 by Aji Pangestu 11 comments »

Zzzz.Z….zzz…

Datang lagi setelah lama hampir satu minggu saya tidak absen lagi untuk berbagi pengetahuan… seperti biasa dengan keterbatasan koneksi yang tak begitu stabil bisa di bilang lemot.. karena koneksinya hanya dengan GPRS.   😀 .

Tapi tak apalah pokoknya tetep cari jalan untuk bisa berbagi.. langsung saja saya akan berbagi ilmu /Tips /Trik dari pengalaman saya selama ini ketika belajar dan kotak-katik mengenai Perintah – perintah dasar di Linux yang berkaitan dengan Jaringan komputer berbasis Linux.

baik silahkan di simak dan segera dipraktekan…. 😀

1. ifconfig : Perintah ini sering digunakan untuk administrasi Jaringan Komputer berbasis Linux..  perintah ini dapat digunkan hampir di semua OS linux. Perintah ini berguna untuk melihat IP ataupun interface yang kita miliki. untuk lebih detailnya kita bisa guakan perintah

  #ifconfig -a 

2. Ping : Perintah ini berguna untuk mengecek ketersambungan komputer kita terhadap Komputer lain dalam jaringan..

contoh :

 #ping 192.168.1.10  

.

jika mendapat pesan replay maka komputer kita berhasil terhubung pada komputer yang memiliki IP 192.168.1.10. dan jika mendapati pesan RTO Riquest Time Out berarti komputer kita belum berhasil terhubung.

3. cat / vim / vi /pico / nano :   Subuah program text editing yang bekerja debagai mode text. untuk mengatur atau mengedit suatu file konfigurasi kita dapat menggunakan salah satu perintah tersebut.

4. nslookup : untuk mengetahui name server.

5. hostname : untuk menampilkan nama host kita.

6. man : untuk menampilkan manual page suatu perintah.

 

cukup itu aja dulu ya… belajar itu tidak harus langsung banyak tapi belajar yang baik itu sedikit demi sedikit dan terus istiqomah.. kata orang jawa kudu AJEG.. hehe. 😀

Instalasi eyeOS di Debian Squeeze

Juli 6th, 2011 by Jehabe 8 comments »

Setelah membaca manual yang saya dapatkan, maka langsung saya praktekkan. Tentang eyeOS baca di sini

Langkah-langkah instalasi eyeOS di Debian Squeeze adalah sebagai berikut :

1. Dengan asumsi di server telah terinstal web server, mysql, php

2. Download eyeos-2.5.tar.gz dari sini

3. Mekarkan file eyeos-2.5.tar.gz tadi dengan cara

#tar xzvf eyeos-2.5.tar.gz

4. Copy file yang telah dimekarkan tadi ke /var/www/

#cp -R eyeos /var/www/

5. Ubahlah kepemilikan folder

#chown -R www-data.www-data /var/www/eyeos/

6. Ubah hak akses folder

#chmod -R 750 /var/www/eyeos/

» Read more: Instalasi eyeOS di Debian Squeeze

Apa itu eyeOS?

Juli 6th, 2011 by Jehabe 2 comments »

Apa itu eyeOS?

Untuk menjawab ini, saya cari artikel di internet baik yang berbahasa indonesia, maupun english, karena pengetahuan saya yang sedikit tentang eyeOS maupun tentang web desktop. Untuk artikel yang berbahasa Inggris tentu saja minta bantuan translate nya mbah google karena keterbatasan saya. Dan didapatlah penjelasan seperti di bawah ini:

eyeOS adalah sebuah sistem operasi desktop open source yang berbasis web, dimana Anda dapat mengakses sistem operasi tersebut melalui jaringan seperti LAN atau Internet dari web browser seperti Firefox, Chrome dan lain sebagainya. Meskipun orientasi penyebarannya melaui web, dalam banyak hal, eyeOS merupakan sistem operasi desktop yang memiliki fitur yang cukup lengkap. Berbagai aplikasi seperti kalender, RSS Reader, email client, word processor, spreadsheet, manajer kontak sudah menjadi aplikasi default yang terpasang dalam sistemnya. Ini adalah sistem dengan konsep  cloud computing yang bertujuan untuk memungkinkan kolaborasi dan komunikasi di antara pengguna, atau bisa juga sebagai perlindungan pribadi Anda ketika Anda terjebak menggunakan komputer orang lain. [http://avancalinux.blogspot.com/2010/10/eyeos-sistem-operasi-open-source.html]

eyeOS merupakan desktop web open source mengikuti konsep komputasi awan yang berusaha untuk memungkinkan kolaborasi dan komunikasi di antara pengguna. Hal ini terutama ditulis dalam PHP, XML, dan JavaScript. Bertindak sebagai platform untuk aplikasi web yang ditulis menggunakan eyeOS Toolkit. Ini termasuk lingkungan Desktop dengan 67 aplikasi dan sistem utilitas. [http://en.wikipedia.org/wiki/EyeOS]

Bagaimana cara instalasinya?

Jawabannya klik disini

Backup aplikasi yang terinstall dalam OS Debian atau Ubuntu

Juni 17th, 2011 by Aji Pangestu 6 comments »

Setelah berlama terhubung ke Internet saya sedikit bingung lagi mau cari bahan belajar apa lagi..

Tanpa sengaja saya berfikir bagaimana saya bisa menyimpan ataupun membackup aplikasi yang terinstall yang selama ini ada pada OS Debian saya.

berjelajah ke berbagai situs kebanyakan saya temukan backup System LInux sendiri. tetap saja terus bertanya dengan pake GOOGLE.. tak lama kemudian dapatlah sebuah situs yang mengajarkan apa yang saya cari.i ni linknya kawan silahakn di kunjungi  http://www.ugos.ugm.ac.id/main/2011/04/19/backup-aplikasi-yang-sudah-terinstall-di-linux-ubuntu/ .

baiklah langsung saja kita ke TKP.. harap perhatikan step by step di bawah ini..

BACKUP

1.

 #apt-get install dpkg-repack fakeroot 

Kemudian buat sebuah direktori penampungan paket aplikasi yang akan dihasilkan oleh “dpkg-repack”. dan masuk kedalam direktory yg kita buat tersebut.

2.

#mkdir backup

#cd backup  

3. kemudian ketikan proses backup aplikasi yang kita miliki..

 #fakeroot -u dpkg-repack `dpkg --get-selections | grep install | cut -f1`


TUNGGU hingga prosesnya selesai. setelah proses selesai kita bisa lihat hasil backup aplikasi yang kita miliki dalam bentuk/format .deb. setelah itu kita bisa pindahkan atau copy hasil backupan kita ke HDD external atau sejenisnya. backupan tersebut dapat juga kita gunakan di komputer lain dengan base system yang sama.

 

RE-INSTALL

untuk menginstal kembali hasil backupan kita. dengan cara. masuk ke direktory backup kita tadi dan buka terminal lalu eksekusi dengan perintah.

 #dpkg -i *.deb 

 

Sekarang aplikasi yang kita backup dapat kita gunakan kembali..

semoga bermanfaat.

 

Manajemen paket menggunakan apt-get di Debian

Juni 10th, 2011 by Jehabe 2 comments »

Manajemen paket di Debian, dapat menggunakan tools apt-get

Apa itu APT?
APT (Advanced Packaging Tool) adalah sebuah tool inti yang ada di Debian, yang memungkinkan untuk:

  • Menginstal aplikasi
  • Menghapus aplikasi (Uninstall)
  • Menjaga agar aplikasi tetap up to date.
  • dan masih banyak lagi…

apt-get dan apt-cache adalah tool manajemen paket yang paling dasar, dan untuk dapat menggunakan tool ini anda harus mempunyai akses sebagai root.
Untuk dapat menginstal aplikasi/paket, maka kita harus menentukan sumber paket yang akan digunakan, bisa dari DVD installer atau dari mirror debian.

» Read more: Manajemen paket menggunakan apt-get di Debian